Creative Strategy, Syarat Utama Mengawali Bisnis

Oleh: Wakhid Muqodam. Artikel ini diambil dari Suara Surabaya

Persaingan bisnis saat ini sangat ketat, sehingga setiap unit bisnis yang besar maupun kecil harus mempunyai creative strategy dalam memasarkan produk yang ditawarkan.

Hal ini disampaikan Kresnayana Yahya Business observer dalam acara Kupas Bisnis dengan tema “Advertising & Branding – Turn Them Into Business” Rabu (29/5/2013) malam di Auditorium Spazio 2nd floor.

Creative Strategy yang dimaksud Kresna adalah pelaku usaha harus tahu siapa target audience, tahu dasar masalah, isu dan kesempatan, Ide besar penjualan, kunci keuntungan, beberapa informasi pendukung lainnya.

Hal ini disampaikan Kresnayana Yahya Business observer dalam acara Kupas Bisnis dengan tema “Advertising & Branding – Turn Them Into Business” Rabu (29/5/2013) malam di Auditorium Spazio 2nd floor.

Creative Strategy yang dimaksud Kresna adalah pelaku usaha harus tahu siapa target audience, tahu dasar masalah, isu dan kesempatan, Ide besar penjualan, kunci keuntungan, beberapa informasi pendukung lainnya.

Terutama bagi usaha yang bergerak dibidang Advertaising dan Branding, kata Kresna, harus mampu memberikan yang berbeda bagi para pengiklan. “Peluang bisnis yang berkaitan dengan advertaising and branding sangat menjanjikan. Pasar iklan 2012 mencapai Rp87 Triliun, meningkat 20% dari tahun 2011. Dan tidak menuntup kemungkinan akhir tahun 2013 nanti jumlahnya juga akan meningkat,” kata dia.

Dalam acara Kupas Bisnis tersebut, hadir pula 2 pembicara lainnya Hermawan Tanzil Founder of LeBoYe Design Jakarta, dan Aulia Rachmat Sungkar Founder of the Writerpreneur – writer entrepreneur.

Herman Tanzil dalam acara tersebut menyampaikan setiap produk ataupun perusahaan haruslah mememiliki Komunikasi yang efektif salah satunya design. “Harus memiliki the power of design, karena design adalah salah satu strategi dalam pemasaran, design adalah hal penting dalam promosi,” tegas Herman.

Dalam mengembangkan usaha, design merupakan faktor penentu, apakah produk akan dengan mudah diingat, menarik dan akhirnya konsumen memutuskan membeli produk tersebut.

Oleh karena itu design logo perusahan ataupun produk harus mampu menarik perhatian konsumen. Herman menambahkan, perusahaan yang dia kelola mampu bertahan selama 23 tahun karena memiliki “The Power Of Design”.

“The power of deisgn dapat dimiliki jika make your self exited, percaya bahwa design bisa membuat hidup lebih baik, indah, menarik, design itu semua memungkinkan, think global with Identity, Setiap project kita design, seperti memunculkan diri kita sendiri, Never think that your client has a bad tasted,” kata dia.

Aulia Rachmat Sungkar dari the Writerpreneur – writer entrepreneur juga menambahkan dalam presentasinya semua produk harus di Branding baik itu target konsumen menengah keatas bahkan menengah kebawah sekalipun.

Dia juga mengatakan, sebuah tulisan juga akan mendukung produk yang ditawarkan kepada konsumen. “Prinsipnya adalah berikan tulisan yang mudah diingat, dengan prinsip keep it short and simple (KISS),” kata Aulia Rachmat Sungkar.

Pemilihan kata yang mewakili produk yang ditawarkan, ini juga harus diperhatikan. Jangan sampai salah sasaran. “Dalam menggambarkan produk dengan tulisan, yang terpenting adalah siapa audiencenya,” jelas dia. (wak/edy)